Sehari menjelang perayaan Milad Aisyiyah Ke-108 yang akan digelar pada Hari Ahad, 18 Mei 2025 yang tahun ini diputuskan berlangsung di Kompleks TK ABA Biak, Dusun 2 Kobohotik Cabang Luwuk terlihat sejumlah aktivis Aisyiyah lintas generasi membahas persiapan Milad di lokasi. Milad yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Banggai, Sulteng mengusung tema, “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayyibah Manuju Ketahanam Pangan Nasional”.
Tema ketahanan pangan yang juga merupakan program nasional pemerintahan Prabowo Subianto, bagi perempuan Aisyiyah yang terkenal militan memperjuangkan kepentingan umat memanfaatkan momentum milad dengan melaunching tiga kegiatan antara lain, “penanaman pangan di lahan Aisyiyah, penyuluhan pertanian organik serta sharing best practice pemanfaatan pekarangan“.
Terkait pemanfaatan pekarangan serta lahan kosong ini, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pada setiap kesempatan gencar menyerukan pada seluruh lapisan masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah dengan tanaman pekarangan untuk memenuhi kebutuhan dapur sehingga bisa menekan pengeluaran rumah tangga. Tak tanggung-tanggung dalam beberapa kesempatan Mentan Andi Amran Sulaiman menyerahkan ribuan polybag tanaman pekarangan untuk mempercepat perwujudan ketahanan pangan nasional.
Sementata menurut Presiden Prabowo ketahanan pangan secara nasional baru bisa diwujudkan jika terlebih dahulu kita mampu memperkuat ketahanan pangan di level keluarga dengan memanfaatkan pekarangan serta lahan kosong dengan menanam berbagai bahan kebutuhan sehari-hari.
Menyikapi agenda nasional memperkuat ketahanan pangan ini, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Banggai telah mengkonsolidasi srikandi Muhammadiyah dengan mengatur langkah dan menyiapkan kebun dengan metode terasering serta mengusahakan fasilitas rumah tanaman dari jaring paranet yang semuanya diupayakan secara gotong-royong
Untuk menyiapkan fasilitas rumah tanaman serta menerapkan metode terasering pada lahan perkebunan, Aisyiyah berkerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Banggai yang melibatkan mahasiswa melakukan pendampingan di lokasi.
Pelaksanaan Milad yang rencananya dihadiri Kepala Dinas Ketahaman Pangan Banggai sekaligus melaunching tiga agenda Aisyiyah ini diharapkan memberikan dukungan penuh pada perjuangan perempuan Aisyiyah yang memastikan ambil bagian dalam agenda besar pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berbasis komunitas dan keluarga.
Melihat antusiasme serta militansi perempuan Aisyiyah Kabupaten Banggai yang berusaha menjadi role model dalam mewujudkan program ketahanan pangan sekalipun dengan fasilitas seadanya yang diupayakan secara bergotong-royong sebaiknya mendapat perhatian serius pemerintah agar kinerja mereka lebih maksimal dan segera memperoleh manfaat sebesar-besarnya bagi umat dan seluruh lapisan masyarakat.



