Foto: Andi Wahyu Gunawan
Setelah berhasil menembus posisi 15 besar dengan menyisihkan 117 peserta pada penilaian awal Lomba Desa Digital 2025 se-Indonesia dengan tema, “Bangun Desa, Bangun Indonesia”, Desa Ganra, desa yang bernaung di sisi utara wilayah Kabupaten Soppeng kembali menunjukkan prestasi terbaiknya menyabet peringkat ke-4 dari 10 besar tingkat nasional sebagai desa dengan infrastruktur publik yang didukung layanan digital.
Prestasi Desa Ganra membuat kaget sekaligus kagum banyak pihak, bagaimana tidak, desa yang sepintas tak berbeda dengan desa pada umumnya mampu tampil sebagai representasi Indonesia Timur dengan menyingkirkan sekian ratus pesaing dengan menghadirkan layanan publik berkualitas serta tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Kabarnya sikap ragu juga sempat dirasakan tim verifikasi dari Pusat Daya Saing dan Pengembangan Informasi Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Pusdaing) sebelum menyaksikan langsung di lapangan saat Desa Ganra berhasil menempati posisi 15 besar tingkat nasional di seleksi awal.
Ajang lomba desa digital yang digelar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bertujuan mendorong percepatan kemandirian desa dan meningkatkan pelayanan publik. Dalam lomba tersebut, Desa Ganra mampu menunjukkan performa layanan publik berbasis digital yang efisien, akuntabel serta transparan.
Dalam lingkup pemerintahan Desa Ganra seluruh layanan publik terintegrasi sehingga waktu penyelesaian administrasi jadi efisien. Semua ini bisa terselenggara berkat dukungan sumberdaya manusia yang handal dan berintegritas.
Menurut Andi Wahyu Gunawan, Kepala Desa Ganra, ke depannya pemerintah Desa Ganra berencana menggelar pelatihan peningkatan sumberdaya manusia untuk menyiapkan kader muda agar kontinuitas layanan publik berkualitas tetap terjaga dan terus meningkat, termasuk mempersiapkan Desa Ganra sebagai Desa Literasi.
Ditanya kunci sukses mengantar desa-nya meraih penghargaan bergensi tersebut, Kepala Desa Ganra yang akrab disapa Andi Wahyu berucap dengan nada merendah, “Syukur Alhamdulillah, berkat dukungan serta kolaborasi semua pihak prestasi ini bisa dicapai“.
Keberhasilan yang diraih Desa Ganra diakui Andi Wahyu tidak lepas dari perhatian serta dukungan penuh Bupati dan Wakil Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng SE dan Ir. Selle KS Dalle yang tak hentingnya mengingatkan pentingnya peningkatan layanan publik dengan terus berinovasi memanfaatkan teknologi digital.
Dengan prestasi yang diraihnya besar harapan Desa Ganra bisa menjadi role model bagi desa lain di Kabupaten Soppeng bahkan di Sulsel. Melalui digitalisasi, aksesibilitas layanan publik diharapkan makin membaik sekaligus mampu memangkas administrasi layanan publik yang berbelit-belit dan tidak efisien.